Selasa, 24 Mei 2016

Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik

Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan selama masa embrionik. Pada masa embrionik pertumbuhan dan perkembangannya melalui tahapan-tahapan tertentu yang sistematis dan teratur, yang diawali dengan fertilisasi (pertemuan antara sel kelamin betina / sel telur / ovum dengan sel kelamin jantan / spermatozoa). Dari hasil fertilisasi tersebut menghasilkan sebuah sel yang disebut zigot. Zigot kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui beberapa tahap yaitu pembelahan, gastrulasi, dan arganogenesis.

Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik

PEMBELAHAN
Zigot akan mengalami pembelahan (cleavage) secara mitosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel dan seterusnya, yang mengubah zigot dari sebuah sel yang besar menjadi bola sel padat yang menyerupai buah anggur disebut morula. Selanjutnya morula akan menjadi blastula yang memiliki suatu rongga yang disebut blastosol (blastocoel). Proses pembentukan morula menjadi blastula disebut blastulasi.

GASTRULASI
Proses pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dari blastula menjadi gastrula adalah gastrulasi. Gastrulasi dari setiap kelompok hewan tertentu berbeda rinciannya. Hal penting pada tahap gastrulasi ini adalah terbentuknya tiga lapisan jaringan pada embrio yang disebut ektoderm (lapisan bagian luar), mesoderm (lapisan bagian tengah), dan endoderm (lapisan bagian dalam).

ORGANOGENESIS
Proses pembentukan alat-alat tubuh atau organ disebut organogenesis. Organ-organ tubuh berkembang dari ketiga lapisan embrionik yang terbentuk pada saat gastrulasi. Perkembangan dari ketiga lapisan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Ektoderm mengalami diferensiasi menjadi kulit, rambut, sistem saraf, dan indera.
  • Mesoderm mengalami diferensiasi menjadi otot, rangka, alat ekskresi, alat sirkulasi.
  • Endoderm mengalami diferensiasi menjadi alat pencernaan, alat reproduksi, alat pernapasan, dan kelenjar yang berhubungan dengan pencernaan, misalnya hati dan pankreas.
Reptil, burung, dan mamalia memiliki membran khusus yang disebut membran atau selaput ekstraembrionik. Disebut ekstraembrionik karena selaput tersebut bukan bagian dari tubuh hewan yang sedang berkembang. Terdapat empat selaput ekstraembrionik, yaitu kantung kuning telur (yolk sac), amnion, korion, dan alantosis. Struktur tersebut berfungsi dalam pertukaran gas, penyimpan air, dan transfer zat nutrisi yang disimpan ke embrio.

Artikel IPA Biologi Lainnya:
- Pengertian Metagenesis Tumbuhan dan Hewan
- Pengertian dan Fungsi Kloroplas
- Struktur dan Fungsi Daun
- Pembagian Dunia Organisme Menurut Robert H. Whittaker
- Pengertian Transportasi Zat dan Berkas Pembuluh
- Sistem Pernapasan Pada Manusia
- Pengertian dan Fungsi Kelenjar Limfe Pada Tubuh
- Struktur dan Susunan Anatomi Akar Tumbuhan
- Jenis dan Fungsi Serta Pengertian Hubungan Antar Tulang
- Pengertian, Bagian dan Ezim Pada Pankreas
Demikian artikel tentang pertumbuhan dan perkembangan embrionik, semoga bermanfaat.

Referensi:
  •  Persiapan Menghadapi Olimpiade Tingkat SMP/MTs, hal. 204-205 oleh: Sucipto Hariyanto, Bambang Irawan

Pertumbuhan dan Perkembangan Embrionik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Belajar dan Berbagi

2 komentar: